Ini semua bermula dari air yang berubah warna.
Di banyak danau dan perairan, permukaan yang dulu jernih perlahan menjadi hijau pekat. Ketika kadar nutrisi di air terlalu tinggi, alga tumbuh berlebihan. Fenomena ini dikenal sebagai algae bloom. Dampaknya tidak kecil: kadar oksigen menurun, ikan kehilangan ruang hidupnya, air berbau, dan keseimbangan ekosistem air terganggu. Ternyata, sesuatu yang tumbuh terlalu banyak bisa menjadi masalah.
(https://en.wikipedia.org/wiki/Harmful_algal_bloom)Lalu, Bloom⢠mengubah isu tersebut menjadi sesuatu yang berguna.
Sebagian alga berlebih dapat dipanen sebelum menimbulkan kerusakan lebih jauh. Melalui teknologi dari Bloomā¢, biomassa tersebut diolah menjadi material foam alternatif yang kemudian kami gunakan pada produk terbaru kami: Jepit Barefoot Sandals.Ā

Ā
Di Jepit Barefoot Sandals, kami mencampurkan 15% Bloom foam ke dalam total komposisi foam sandal.
Kenapa 15%?
Karena setelah melalui pengujian, kami menemukan bahwa di atas angka tersebut, performa dan durability sandal mulai menurun. Dan bagi kami, sustainability tidak boleh mengorbankan fungsi. Alas kaki tetap harus nyaman. Tetap ringan. Tetap tahan lama untuk dipakai setiap hari. Karena produk yang awet tentu merupakan bagian penting dari keberlanjutan itu sendiri.

Ā
Dampak yang Mulai Kami Hitung
Untuk setiap pasang Jepit Barefoot Sandals (±75 gram foam dengan 15% BLOOM RISEā¢), terdapat estimasi kontribusi lingkungan berupa:
-
25,3 liter air dibersihkan dan dikembalikan ke lingkungan
-
26,3 m³ udara dibersihkan
-
Sekitar 19,2 gram COā ditangkap

Ā
Angka-angka ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi kami, ini adalah cara baru dalam melihat produk bukan hanya dari bentuk dan fungsi, tetapi juga dari dampaknya.
Kami tahu ini bukan jawaban atas semua persoalan lingkungan. Tapi ini adalah jawaban atas satu pertanyaan penting yang terus kami ajukan:
āApa yang bisa kami lakukan sekarang?ā
Dan ini adalah langkah kecil kami.
Ā