Bagi kami, trend "laki-laki tidak bercerita, tapi..." tidak seharusnya dinormalisasi. Kami percaya laki-laki perlu bercerita secara aktif, dan kita perlu untuk menormalkan gagasan bahwa laki-laki yang dapat mengekspresikan emosi secara sehat adalah kekuatan, bukan kelemahan. Kami percaya, sehebat apa pun kita bertahan, ada waktunya kita perlu melangkah mundur dan menyembuhkan diri.
Itulah yang akhirnya disadari Anton Nootenboom, a.k.a The Barefoot Dutchman. Mantan militer yang sempat terpuruk, menjual semua hartanya, lalu memulai perjalanan keliling dunia: bukan sekadar petualangan, tapi untuk memulihkan kesehatan mentalnya yang tidak baik-baik saja.
Hingga akhirnya, langkah kakinya membawanya ke Sydney. Di Sydney, ia mulai melangkah tanpa alas kaki di pantai setiap hari: sebuah kebiasaan sederhana yang tanpa disangka membantunya merasa lebih terhubung, lebih ringan, lebih hidup. Perjalanannya tidak berhenti di Sydney. Ia melangkah lebih jauh untuk menyuarakan pentingnya kesehatan mental pria. Ia berjalan tanpa alas kaki melintasi Amerika, dari Santa Monica Beach, LA, hingga Times Square, New York.
Anton menunjukkan bahwa kerentanan bukan kelemahan.
Berjalan tanpa alas kaki (tanpa perlindungan, merasakan setiap panas, dingin, dan ketidaknyamanan di jalan) adalah simbol dari keterbukaan dan kejujuran. Pesan yang dibawa sederhana namun kuat: Kalian nggak sendirian.
Mendengar kisah Anton, kami belajar… ternyata, tanpa alas kaki, kita sungguh-sungguh terhubung kembali dengan bumi, dengan diri sendiri, dengan kerentanan dan perasaan yang mungkin selama ini kita hindari. Karena terkadang, untuk benar-benar merasa, kita harus kembali ke akar. Ke tanah. Ke diri kita yang paling jujur.